// bergerak

Senin, 27 Januari 2014



Cara membuat telur asin – Siapa yang gak tau telur asin? makanan yang umumnya dibuat dari bahan telur bebek ini memiliki cita rasa asin namun enak di lidah. Selain rasanya yang lezat, telur asin juga memiliki banyak kandungan gizi dan sangat baik untuk anak. Maka dari itu telur asin sangat baik untuk di jadikan lauk pendamping makanan anak.

Makanan yang satu ini sangat mudah di jumpai, biasanya dapat di beli di warung-warung. Namun taukah anda bahwa anda pun bisa membuat telur asin sendiri yang enak dan lezat. Ciri-ciri  telur asin enak biasanya terlihat dari teksturnya yang “Masir” seperti pasir tidak menggumpal.  Mau tau caranya? simak di bawah ini:

Cara Membuat Telur Asin

1. Cara Praktis (tidak pakai abu/ bubuk batu bata) namun dijamin tetap “Masir” Bahan:
  • 10-30 Telur bebek  usahakan yang masih segar/ baru
  • 500 gr garam (bisa garam dapur, garam kasar, garam gosok)
  • 1,5 – 2 liter air
  • Toples berbahan plastik atau kaya yang bisa di tutup rapat. Direkomendasikan menggunakan Tupperware)
Cara membuatnya:
  • Rendam telur di dalam air bersih kurang lebih 2 menit. Perhatikan saat merendam “jika telur mengapung” berarti telur tersebut jelek (jangan digunakan).
  • Kemudian bersihkan telur dengan menggunakan sabun dan spon hingga kotoran bersih, tujuanya adalah agar kotoran tidak menyebabkan telur rusak saat proses pengasinan.
  • Keringkan telur yang sudah di cuci bersih tadi, lalu gosok dengan amplas halus, tujuanya adalah agar pori-pori telur terbuka, namun jangan terlalu lama menggosoknya.
  • Kemudian letakkan di toples atau tapperware, susun dengan rapih.
  • Campur garam dan air di tempat lain, setelah garam larut (menjadi air), tuangkan air garam ke toples atau tupperware.
  • Ternyata telur jadi mengapung karena air mengandung garam. Maka solusinya adalah dengan menyiapkan kantong plastik ukuran 1kg yang di isi air (isi 1/2 saja airnya) berfungsi untuk menindih telur agar tenggelam sepenuhnya di dalam air. Pastikan seluruh bagian telur terendam dalam air.
  • Tutup rapat toples atau tupperware, biarkan selama 12 hari sudah bisa di buka rasanya juga sudah enak. Jika ingin lebih “Masir” biarkan selama 3 minggu hasilnya tentunya lebih awet dan tahan.
  • Untuk memask anda bisa memasaknya dengan merebus di air mendidih dengan api sedang selama 1 jam.  Bisa juga di kukus dengan durasi waktu yang sama.
2. Resep dengan bahan abu atau bubuk batu bata Bahan:
  • 10-30 butir telur bebek bermutu bagus (masih baru)
  • Abu gosok atau bubuk batu bata merah 1 ½ liter
  • Garam dapur/ garam gosok/ garam kasar  ½ kg
  • Air bersih
Alat :
  • Ember plastik
  • Kuali tanah atau panci
  • Kompor
  • Alat pengaduk
  • Stoples atau alat penyimpan telur
Cara membuat:
  • Pastikan telur benar-benar baik tidak retak atau busuk (bisa dengan cara merendam di air, telur yang mengapung berarti jelek, jangan dipakai).
  • Bersihkan telur dengan air bersih atau air hangat kemudian dilap kemudian dikeringkan.
  • Agar garam bisa meresap maka sebaiknya telur diamplas. Tujuannya agar pori-pori telur terbuka.
  • Buat campuran untuk mengasinkan telur, caranya dengan mencampur abu gosok/ bubuk bata dan garam, dengan perbandingan sama (1:1).
  • Tambah air pada campuran tadi hingga menjadi seperti pasta.
  • Langkah selanjutnya cara membuat telur asin ini dengan membungkus telur dengan adonan satu persatu pada permukaan telur dengan ketebalan 1-2 mm
  • Selanjutnya simpan telur dalam kuali atau ember plastik 15 – 20 hari. Usahakan dalam proses penyimpanan terur tidak pecah atau retak.
  • Setelah waktu yang ditentukan, bersihkan telur asin dari pasta campuran kemudian bersihkan.
  • Telur sudah bisa di masak (rebus maupun kukus).

Minggu, 26 Januari 2014

IDE BISNIS : Sosis Tempe Raup Rp 30 Juta Per Bulan


Siapa tak kenal sosis? Sosis adalah salah satu produk olahan daging yang digemari masyarakat Indonesia khususnya anak-anak. Rasanya gurih dan kenyal mirip seperti bakso. Sosis adalah makanan yang terbuat dari daging atau ikan yang telah dicincang dan dihaluskan serta diberi bumbu, rempah-rempah dan bahan-bahan lainnya yang kemudian dibungkus dalam selonsong berbentuk bulat panjang, baik yang terbuat dari usus hewan maupun pembungkus buatan (casing).

Sosis yang sering kita makan selama ini dibuat dari bahan yang bersumber dari bahan hewani, misalnya daging sapi, daging ayam, daging ikan, daging kelinci dan lain-lain. Tapi bisakah jika sosis dibuat dari bahan nabati?. Pertanyaan ini telah dijawab oleh sejumlah mahasiswa yang aktif di Pusat Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa (PPKM) Faerumnesia Fakultas Pertanian UGM dengan menghadirkan produk inovasi baru dunia sosis yaitu “Sosis Tempe”.

Bukan sebuah alasan yang ngawur jika tempe mampu disulap menjadi sosis. Tempe dapat dijadikan sosis dengan alasan bahwa protein kedelai yang merupakan bahan baku tempe, bersifat hidrofolik sehingga mampu menyerap dan menahan air, dapat membantu pembentukkan emulsi dan dapat membentuk selaput atau film, membentuk gel, mempunyai daya rekat yang tinggi dan bersifat pengentai.

Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia (Rukmana, 2001). Pembuatan sosis tempe memiliki prospek yang baik mengingat banyaknya konsumsi tempe di tanah air, sehingga membuka peluang usaha untuk mengolah tempe menjadi aneka makanan olahan yang lebih variatif dan menarik seperti sosis tempe ini.

Tempe adalah sumber protein dalam pembuatan sosis tempe. Tempe merupakan makanan yang kaya manfaat diantaranya adalah melancarkan pencernaan, mempunyai gizi yang tinggi, zat gizinya mudah diserap dalam tubuh, mengandung zat yang menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi, sebagai senyawa antioksidan yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas, mempunyai sifat dapat menurunkan kadar kolesterol darah (Darwin, 1995).
Tempe bisa menjadi bahan dasar sosis. Produk ini sangat cocok bagi vegetarian atau orang yang diet kolesterol.
Penjualan pun melimpah karena harga jual yang tentunya lebih murah. Pengusaha sosis tempe bisa meraup omzet hingga Rp 30 juta per bulan.

Sosis merupakan salah satu produk olahan daging yang memiliki banyak penggemar. Selama ini kita sering mendapati makanan ini berbahan daging sapi atau ayam. Namun, kini bermunculan produk sosis rasa lokal dengan bahan dasar dari tempe.

Sebagai bentuk variasi makanan, tempe bisa juga menjadi bahan baku sosis. Kedelai yang merupakan bahan baku tempe bersifat hidrofolik. Kedelai mampu menyerap dan menahan air, membentuk selaput, membentuk gel, mempunyai daya rekat tinggi, dan bersifat pengental.

Selain itu, Indonesia juga merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Alhasil, sosis tempe juga punya prospek cerah.
Untuk membuat sosis tempe, bahan-bahan yang dipersiapkan yaitu:
  1. Tempe
  2. Putih telur
  3. Air es
  4. Tepung tapioka
  5. Minyak jagung.
  6. Bumbu-bumbu ( Bawang putih 0,44 gram, garam 2,50 gram, gula pasir 0,68 gram, lada )
Cara Pembuatan :
  1. Timbang tempe  71,38 gram lalu dipotong-potong menjadi beberapa potongan kecil, lalu dihaluskan dengan cara digiling atau ditumbuk.
  2. Masukkan 37,5 gram putih telur, bumbu, air es 7,3 gram dan juga tepung tapioka 7,5 gram.
  3. Tuangkan 28,62 gram minyak jagung ke dalam campuran bahan sambil diaduk-aduk hingga menjadi adonan yang menyerupai pasta.
  4. Masukkan adonan itu ke dalam casing (selongsong) sepanjang 10 cm lalu diikat ujungnya dengan benang erat-erat.
  5. Setelah itu, sosis tempe dimasak. Pemasakan dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti perebusan, pengukusan, pengasapan, pemasakan secara kering dengan menggunakan oven serta kombinasi dari cara-cara tersebut. Penggunaan asap pada pemasakan terutama bertujuan untuk memberikan cita rasa khas, mengawetkan, menghasilkan produk yang khas dan mencegah oksidasi.
  6. Sosis tempe yang telah jadi kemudian didinginkan dan dikemas menggunakan plastik tipis khusus untuk membungkus sosis. Sosis dikemas dengan sistem kedap udara sehingga tidak ada organisme yang masuk dan bisa memperlama daya tahan sosis.
Menurut Ayu Safitri, pemilik The Sozzis, kendati tak menggunakan bahan pengawet, sosis tempe buatannya memiliki daya tahan yang lama. Saat pembuatan, sosis tempe juga melalui proses pengasapan. Tujuannya, memberikan cita rasa khas, mengawetkan, menghasilkan produk yang khas, dan mencegah oksidasi.

Nah, setelah dibungkus dengan plastik tipis, sosis tempe dikemas dengan sistem kedap udara. Cara ini untuk menghindari masuknya organisme dan bisa memperpanjang daya tahan sosis. “Sosis tempe menjadi pilihan makanan bergizi tinggi sehingga anggapan tempe sebagai makanan kelas bawah akan terhapuskan,” kata Ayu.

Dengan harga jual Rp 2.000 per potong, Ayu bisa menjual 500 potong The Sozzis tiap hari. Alhasil, ia bisa mengumpulkan omzet Rp 30 juta sebulan. Sosis tempe The Sozzis telah tersebar di Yogyakarta, Semarang, Malang, Surabaya, hingga Jakarta.

Selain Ayu, tujuh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, juga mengembangkan produk sosis tempe. Sejak pertengahan 2009, mereka yang tergabung dalam Pusat Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa membuka Outlet Sehat di Kota Gudeg itu.

Maula Paramitha, salah satu pemilik Outlet Sehat, mengklaim bahwa sosis tempenya sehat karena bebas kolesterol. Sebagai pembungkus sosis, mereka menggunakan adonan telur. Adonan telur itu dikeraskan hingga teksturnya benar-benar menyerupai usus sapi yang sering menjadi kulit sosis. “Jadi, secara keseluruhan benar-benar bebas daging sehingga cocok bagi vegetarian,” ujar Maula.

Sosis tempe memang mengincar pasar dari kalangan vegetarian dan konsumen yang sedang berdiet daging. Sama seperti The Sozzis, sosis tempe buatan mahasiswa UGM ini juga berharga Rp 2.000 per buah.




Sumber : kompas.com, bisnisukm.com
Sumber gambar : bisnisukm.com

Jumat, 24 Januari 2014

SEPOTONG CERITA PAGI

SEPOTONG CERITA PAGI INI

24 Januari 2014 pukul 8:54
Menusarapan pagi sungguh luar biasa.
Jamenam pagi berangkat kerja seperti biasa antara tambun sampai cikarang.
Ditemanirintik hujan disepanjang  jalan ehtiba-tiba dilampu merah cibitung istri keduaku dek shogun sedikit ngambek. Minggirsebentar disamping warung, tiba-tiba ada anak kecil pake seragam pramuka nyamperin.
“motornya kenapa pak..?” Tanya anak itu.
“inidek ngambek motornya.” Jawabku.
“pagi-pagitidak sekolah dek ?” tanyaku
“lagicari duit pak buat bekal sekolah dan bantu ibu. Anak yang aku perkirakan baruberusia 7 tahunan itu begitu memelas, tapi tetap semangat menawarkan jasanya.Hujan mungkin bagi sebagian orang banyak dikeluhkan, tapi kalau aku piker-pikirbenar juga hujan adalah rezeki atau jalan meraih rezeki bagi si anak kecil itu.Aku tidak tega melihatnya, Hai sini, sapaku melambaikan tangan, siapa namamudek? Andi pak, Kuhampiri dan sambil merogoh beberapa dua lembar uangribuan..ini buat kamu jajan dek, terimalah bapak ada sedikit uang buat adek. “ Maafpak,  saya gak bisa menerimanya? Kenapapikirku heran, ini Bekasi lhoo, jarang2 ada yang dikasih uang gratis pula ,malah kamu menolaknya. Pikirku aneh. Iya pak , saya mau menerima uang itu asalbapak mau di anterin pakai ojeg payung ama saya atau beli kantong plastik sayabuat sepatu bapak biar tidak basah. Kalo bapak gak mau memakai ojeg payung sayaatau beli kantong plastik saya, saya gak mau nerimanya?”
OhSubhanallah..ow..aku terbelalak, takjub, dan salut ama jalan pikiran anak ini,jarang2 anak jalanan dibekasi yang punya pikiran seperti itu, Andi hanya maumenerima uang apabila jasa ojeg payungnya digunakan atau kantong plastiknya akubeli. Ayo lah pak,,,Andi berusaha tak putus asa menawarkan kantong plastiknya.Hujannya masih lebat lhoo, tegasnya meyakinkanku.
Beginisaja deh, anterin ibu yang ada disebelah sana kayaknya mau nyeberang deh iniuangnya buat bayar ibu itu. Setuju nggak? Tawarku pada andi. Dengan tersenyumdia mengangguk. Baik pak saya setuju. Jawabnya.
Andi lalunyamperin ibu itu dan mengantarkan nyeberang pakai payungnya. Eh pas sampaiseberang ibu itu mau bayar ditolak sama Andi sambil nunjuk-nunjuk saya. Sepertinyadia bilang sudah dibayar sama bapak itu…. Wah luar biasa, Semoga kau jadi anakyang sukses nak
/ animasi awan /