// bergerak

Jumat, 24 Januari 2014

SEPOTONG CERITA PAGI

SEPOTONG CERITA PAGI INI

24 Januari 2014 pukul 8:54
Menusarapan pagi sungguh luar biasa.
Jamenam pagi berangkat kerja seperti biasa antara tambun sampai cikarang.
Ditemanirintik hujan disepanjang  jalan ehtiba-tiba dilampu merah cibitung istri keduaku dek shogun sedikit ngambek. Minggirsebentar disamping warung, tiba-tiba ada anak kecil pake seragam pramuka nyamperin.
“motornya kenapa pak..?” Tanya anak itu.
“inidek ngambek motornya.” Jawabku.
“pagi-pagitidak sekolah dek ?” tanyaku
“lagicari duit pak buat bekal sekolah dan bantu ibu. Anak yang aku perkirakan baruberusia 7 tahunan itu begitu memelas, tapi tetap semangat menawarkan jasanya.Hujan mungkin bagi sebagian orang banyak dikeluhkan, tapi kalau aku piker-pikirbenar juga hujan adalah rezeki atau jalan meraih rezeki bagi si anak kecil itu.Aku tidak tega melihatnya, Hai sini, sapaku melambaikan tangan, siapa namamudek? Andi pak, Kuhampiri dan sambil merogoh beberapa dua lembar uangribuan..ini buat kamu jajan dek, terimalah bapak ada sedikit uang buat adek. “ Maafpak,  saya gak bisa menerimanya? Kenapapikirku heran, ini Bekasi lhoo, jarang2 ada yang dikasih uang gratis pula ,malah kamu menolaknya. Pikirku aneh. Iya pak , saya mau menerima uang itu asalbapak mau di anterin pakai ojeg payung ama saya atau beli kantong plastik sayabuat sepatu bapak biar tidak basah. Kalo bapak gak mau memakai ojeg payung sayaatau beli kantong plastik saya, saya gak mau nerimanya?”
OhSubhanallah..ow..aku terbelalak, takjub, dan salut ama jalan pikiran anak ini,jarang2 anak jalanan dibekasi yang punya pikiran seperti itu, Andi hanya maumenerima uang apabila jasa ojeg payungnya digunakan atau kantong plastiknya akubeli. Ayo lah pak,,,Andi berusaha tak putus asa menawarkan kantong plastiknya.Hujannya masih lebat lhoo, tegasnya meyakinkanku.
Beginisaja deh, anterin ibu yang ada disebelah sana kayaknya mau nyeberang deh iniuangnya buat bayar ibu itu. Setuju nggak? Tawarku pada andi. Dengan tersenyumdia mengangguk. Baik pak saya setuju. Jawabnya.
Andi lalunyamperin ibu itu dan mengantarkan nyeberang pakai payungnya. Eh pas sampaiseberang ibu itu mau bayar ditolak sama Andi sambil nunjuk-nunjuk saya. Sepertinyadia bilang sudah dibayar sama bapak itu…. Wah luar biasa, Semoga kau jadi anakyang sukses nak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

/ animasi awan /